Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual

thumbnail

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara (Disdik Barut) telah mengambil langkah proaktif dalam memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk fokus beribadah. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 400.3.5/208/DISDIK/II/2026 yang resmi diterbitkan pada Jumat, 13 Februari 2026. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Bapak Syahmiluddin A. Surapati, di Muara Teweh pada Minggu, 22 Februari 2026, sebagai tindak lanjut dari surat edaran bersama tiga menteri serta ketentuan libur nasional tahun 2026. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Disdik Barut dalam mendukung perkembangan akademik dan spiritual anak-anak di tengah tantangan bulan puasa.

Untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) sederajat, Disdik Barito Utara memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar tatap muka mulai dari 18 Februari hingga 14 Maret 2026. Meskipun demikian, para tenaga pendidik diimbau untuk tetap hadir dan aktif di satuan pendidikan guna merencanakan dan mempersiapkan materi pembelajaran yang inovatif pasca-Ramadhan. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan penuh bagi anak-anak usia dini dan keluarga mereka dalam menjalankan ibadah dan tradisi Ramadhan tanpa beban akademis.

Sementara itu, bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), pola pembelajaran disesuaikan dalam beberapa fase. Pada periode awal, yakni dari 18 hingga 21 Februari 2026, siswa akan melaksanakan pembelajaran mandiri. Kegiatan ini difokuskan di lingkungan keluarga, tempat ibadah, serta masyarakat sekitar. Penugasan yang diberikan dirancang secara sederhana, tidak membebani orang tua, dan bertujuan untuk memperkaya pengalaman belajar kontekstual siswa di luar lingkungan sekolah formal, seperti membantu orang tua, membaca buku keagamaan, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial lokal.

Melanjutkan dari fase pembelajaran mandiri, pada tanggal 23 hingga 26 Februari 2026, seluruh satuan pendidikan jenjang SD dan SMP akan memfokuskan kegiatan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) keagamaan. Program ini dirancang untuk mendalami nilai-nilai keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta didik, melalui berbagai aktivitas seperti tadarus Al-Qur'an, ceramah agama, praktik ibadah, atau kegiatan sosial yang relevan, guna membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan beriman di bulan penuh berkah ini.

Setelah fase mandiri dan PPK, mulai 27 Februari hingga 14 Maret 2026, pembelajaran tatap muka (PTM) akan kembali dilaksanakan di sekolah untuk jenjang SD dan SMP. Namun, terdapat penyesuaian signifikan pada durasi dan waktu belajar. Jam masuk sekolah ditetapkan pada pukul 07.30 WIB, dan durasi setiap jam pelajaran akan dikurangi agar siswa tetap dapat menjaga kondisi fisik dan konsentrasi selama berpuasa. Untuk jenjang SD, satu jam pelajaran akan dihitung 25 menit, sedangkan untuk SMP dihitung 30 menit. Selain itu, kegiatan fisik yang menguras energi seperti upacara Senin pagi dan senam Jumat untuk sementara ditiadakan demi kenyamanan dan kesehatan peserta didik.

Sebagai bagian dari kalender pendidikan, libur bersama Hari Raya Idulfitri ditetapkan mulai 16 hingga 28 Maret 2026. Seluruh siswa diharapkan dapat merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta. Aktivitas pembelajaran akan kembali normal pada 30 Maret 2026, dengan semangat baru setelah jeda libur.

Bapak Syahmiluddin A. Surapati menekankan bahwa kebijakan penyesuaian jadwal ini bertujuan untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk, tanpa mengabaikan pentingnya proses pendidikan. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tetap mendapatkan hak belajar secara optimal, sekaligus memiliki kesempatan memperkuat iman, takwa, akhlak mulia, serta karakter positif selama bulan suci Ramadan,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya harmoni antara pendidikan formal dan pengembangan spiritual.

Dalam implementasinya, Kadisdik Barito Utara juga mengimbau kepala satuan pendidikan untuk secara cermat menyesuaikan aktivitas pembelajaran, mengurangi kegiatan fisik berat, memperkuat asesmen formatif, serta memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) maupun yang berpotensi mengalami ketertinggalan belajar. Kolaborasi juga menjadi kunci. Kepada orang tua dan wali murid, Disdik Barut memohon dukungan penuh dalam mendampingi anak selama Ramadhan dan masa libur Idulfitri, termasuk dalam penguatan literasi dan numerasi, pembiasaan ibadah, pengawasan penggunaan gawai dan internet yang bijak, serta perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi. “Kami juga meminta agar surat edaran ini disampaikan kepada Komite Sekolah masing-masing agar terdapat kesamaan persepsi dalam pelaksanaannya,” tutup Syahmiluddin, menandaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi antar semua pihak terkait.

Baca Juga:
https://www.anekakabar.com/2026/02/panduan-edukasi-ramadhan-1447-h-disdik.html

Berita Terbaru

  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual
  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual
  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual
  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual
  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual
  • Panduan Edukasi Ramadhan 1447 H: Disdik Barito Utara Prioritaskan Keseimbangan Akademik dan Spiritual

Posting Komentar

Ad
Ad